Tugas Bahasa Indonesia
Novel Samuel
September 29, 2023
Nama: Effendi Nurfadhillah
Kelas: 11 MIPA 5
No Presensi: 10
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Guru Pembimbing: Pak Yogi Ramdhan Mustofa, S.Pd
Resensi Novel
A. Identitas Buku
1) judul buku : Samuel
2) Penulis: Ita Kurniawati
3) Penerbit: AKAD
4) Kota Terbit: Depok
5) Tahun Terbit: 2021
6) Tebal buku: 260 halaman
7) Ukuran Buku: 14 cm x 20 cm
B. Sinopsis
Samuel Erlangga adalah seorang yang tegas, keras, layaknya singa ketika menghadapi rivalnya. Sayangnya, hal itu berbanding terbalik dengan sifat aslinya yang manja di rumah jika harus bertemu dengan susu dan botol Spiderman buatan ibunya. Namun, siapa sangka di balik ketegaran Samuel, ia memiliki trauma masa lalu yang selalu menghantui sejak dua tahun terakhir.
Wanita yang dicintainya meninggal atas kesalahan dirinya. Sejak itulah, ia tidak ingin lagi memiliki hubungan percintaan yang serius dengan seorang wanita. Sampai akhirnya, Ibu dan Ayahnya mengabarkan bahwa dirinya sudah dijodohkan sejak masih kecil dengan anak sahabat Ayahnya yang ternyata wanita manja dan menyebalkan.
Satu hal yang membuat Samuel harus menerima perjodohan saat ia lulus kuliah nanti adalah wanita itu menjadi target pembunuhan dari para saingan ayahnya. Sehingga, Samuel merasa tertantang untuk melindungi wanita tersebut yang tak lain adalah Azura atau Rapunzel.
C. Unsur Intrinsik
C. 1. Tema Tema dari novel ini percintaan. Terlihat dari garis besar cerita membahas kisah cinta tokoh utamanya yaitu Samuel. Novel ini menceritakan tentang seorang lelaki yang bernama Samuel Erlangga yang di beri tanggung jawab untuk menjaga gadis yang bernama Azura.
C. 2. Alur Cerita
Novel ini menggunakan alur campuran yaitu alur maju dan mundur. Bisa dilihat pada jalan ceritanya, novel ini lebih dominan menggunakan alur maju. Tetapi, sering beberapa kali menggunakan alur mundur untuk flasback kejadian yang menimpa tokoh utama yaitu Samuel. Contoh flasback on sebagai berikut.
• "Samuel menerawang jauh mengingat kembali masa saat mereka masih menjadi sahabat sekelas sampai kelas 3 smp"
• "Dan tahun itu menjadi tahun yang sangat gue benci,dimana waktu itu gue ngeliat Ellen dalam kondisi yang mengenaskan."
• "Diumur yang masih 15 tahun Ellen pergi dengan keadaan yang sangat disayangkan bermula dari sana persahabatan kami hancur yang tersisa hanyalah kebencian."
C. 3. Tokoh Perwatakan 1. Samuel
Tokoh Samuel dikenal sebagai sosok pria tampan yang berkepribadian tegas, tidak baperan, dan kejam. Tetapi, sebenarnya sifat tersebut berbanding terbalik dengan sifat yang sebenarnya. Di kehidupan nyatanya, saat berada di rumah, Samuel adalah sosok anak yang manja, apalagi saat sudah bertemu dengan susu dibotol siderman buatan ibunya.
2. Azura (Protagonis)
Azura dikenal dengan pribadi yang lugu, polos, periang, ceria, dan selalu tersenyum.
3. Kiara (Protagonis)
Samuel memiliki ibu bernama Kiara. Ibu Samuel merupakan orang yang penyayang, baik peduli, dan ramah.
4. David (Protagonis)
Samuel memiliki ayah bernama David. David dikenal memiliki sifat sedikit keras kepala, baik, patuh terhadap aturan.
5. Raskal (Antagonis)
Raskal ialah teman Samuel sejak SD. Ia dikenal sebagai orang yang pendendam, manusia licik. ia tidak segan-segan melakukan hal yang keji.
6. Ellen (Protagonis)
Ellen ialah mantan kekasih dari ketua geng motor, yaitu Samuel. Ellen dikenal sebagai wanita cantik, baik, pengertian dan lembut.
7. Anggota geng motor Samuel
Anggota geng motor Samuel meliputi Canva, Marvin, Farzan, Areksa, dan Marvel. Mereka adalah geng yang selalu solid, walaupun sering ada pertengkaran diantara mereka tetapi mereka tetap solid,peduli, saling mengingatkan satu sama lain.
8. Bibi Santi (Tritagonis)
Bibi Santi ialah asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Azura. ia memiliki sifat baik, lembut, realistis.
C. 4. Latar
4.1 Latar tempat
- Sekolah, koridor kelas
- Jalanan, rumah Azura
- Pagi hari
- Beberapa bulan kemudian
4.3 Latar suasana
- Marah, kesal
C. 5. Sudut Pandang
Novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga, bisa terlihat dalam jalan ceritanya menyebutkan tokoh dengan nama-nama mereka atau kata ganti orang ketiga (dia atau mereka).
C. 6. Gaya Bahasa
Novel ini menggunakan gaya bahasa yang sebagian besar pembaca sudah tidak asing dengan kata-kata yang santai dan mudah dipahami oleh pembaca. Penulis juga menggunakan beberapa bahasa daerah untuk menambah warna dalam Cerita. Sebagian besar novel ini berisikan kata-kata kasar. Tidak hanya itu, penulis juga mampu menggambarkan setiap adegan dengan sangat detail, sehingga pembaca bisa merasakan emosi yang ingin disampaikan oleh penulis. Secara keseluruhan, gaya bahasa dalam novel Samuel sangat memikat dan membuat pembaca sulit untuk berhenti membaca.
D.1. Biografi pengarang
Berdasarkan biografi pengarang yang masih berusia muda. Ita Kurniawati mampu menuliskan cerita percintaan anak remaja di jaman sekarang dengan sangat menarik.
D.2. Psikologi Pengarang
Di usianya yang masih remaja, pengarang dapat menggambarkan tokoh-tokoh remaja dengan karakter yang realistis sangat mirip dengan anak-anak remaja di jaman sekarang.
D.3. Nilai Sosial
Terdapat nilai sosial yang tersirat dalam novel Samuel yaitu untuk menepati janji, meskipun itu berat. Terlihat dari perilaku kedua orangtua Samuel yang bersedia menepati janji kepada orangtua Azura, meski harus memaksa Samuel.
D.4. Nilai Moral
Nilai moral dalam novel terlihat dari tidak diperbolehkannya perlakuan bullying dimanapun dan kepada siapapun.
D.5. Nilai Pendidikan
Saat bestatus sebagai siswa maka kita harus tetap berprestasi dalam bidang akademik.
E. Kelebihan
Latar, kepribadian tokoh, dan cerita dalam novel Samuel ini sama dengan yang ada pada kehidupan nyata secara umum. Hal ini menjadikan para pembaca novel ini mudah untuk membayangkan kisah-kisah yang diceritakan, karena sudah mengetahuinya dari kehidupan nyata.
Ita Kurniawati menuliskan novel ini dengan gaya bahasa santai, yang sering digunakan pada kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, novel ini termasuk kategori buku yang ringan untuk dibaca.
Novel Samuel tidak hanya mengisahkan cerita cinta remaja, tapi juga mengangkat beberapa isu seperti trauma akan masa lalu, pelecehan, dan pembunuhan. Hal ini membuat novel ini menarik untuk dibaca, sekaligus mengandung pesan edukatif di baliknya.
F. Kelemahan Terdapat sejumlah kata kasar yang digunakan dalam novel ini, yang menjadikan novel ini perlu dibaca secara bijak dan mungkin tidak cocok untuk dibaca sebagian orang yang memang tidak suka kata-kata kasar seperti itu.
Dikarenakan sang penulis menuliskan cerita Novel Samuel ini secara to the point, terdapat beberapa adegan yang bisa dikulik dan diperjelas lagi informasinya secara lebih jauh. Tulisan di buku fisik Novel Samuel dapat terbilang cukup kecil. Hal ini menjadi sedikit kendala dalam membaca Novel Samuel.
G. Pesan Moral
Pesan moral yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu jangan salahkan dirimu sendiri atas kejadian buruk yang terjadi kepadamu atau kepada orang lain di sekitarmu. Sebab, kamu tidak bisa mengendalikan segala hal, dan kamu juga tidak pernah bisa mengetahui seluruh realita yang terjadi.
Jangan menutupi kebenaran, meski kebenaran itu akan merugikanmu. Sepandai apa pun menutupi kebenaran, kebenaran pasti akan terkuak pada akhirnya. Hargai dan cintai segala yang kamu miliki saat ini, karena kamu tidak akan pernah tahu kapan milikmu itu akan hilang. Coba untuk berikan yang terbaik kepada semua orang terkasih di sekitarmu.
H. Catatan
Novel ini dianjurkan untuk remaja usia 17 tahun, dikarenakan novel ini menggunakan gaya bahasa yang sebagian besar memakai bahasa kasar. Gelisah nya jika pembaca di bawah usia 17 tahun, mereka akan menerapkan kata-kata kasar dalam kehidupan sehari hari.
Selain itu, novel ini memiliki isi cerita sebagian tentang cinta, pertengkaran, bisa saja jika pembaca dibawah umur membaca novel ini membuat mereka menerapkan hal tersebut dalam sehari hari.
I. Rekomendasi
Secara keseluruhan,novel ini direkomendasikan bagi remaja, terutama par pelajar. Karena, alurnya yang mudah dipahami. Selain itu, novel ini juga relate dengan kehidupan remaja yang sedang dimabuk asmara.
Novel ini menceritakan tentang remaja SMA yg terpaksa dijodohkan dengan berjalannya waktu mereka saling mencintai. Novel ini bisa dijadikan pelajaran untuk remaja karena memiliki pesan untuk tidak diperbolehkan membully siapapun.