TUGAS BAHASA INDONESIA
C.Unsur Intrinsik C.1.Tema Novel A+ ini mengangkat genre drama kriminal yang berada dalam lingkup pendidikan dan remaja yang menceritakan tentang sekolah Bina Indonesia. Sekolah itu adalah tempatnya anak-anak paling cerdas. Namun, ada sebuah sistem pendidikan yang rusak dan manipulatif di baliknya. Saat menginjak bangku kelas 12, biaya SPP akan ditentukan sesuai peringkat siswa.
C.2. Alur Cerita Menggunakan alur maju mundur, novel A+ ini sangat disukai banyak orang karena alurnya yang ringan tapi juga tidak mudah di tebak.
C.3. Tokoh dan Perwatakan 1. Re Dirgantara Re Dirgantara, peringkat pararel pertama. Bukanlah seorang kutu buku seperti yang terlihat, ia lebih dikenal sering melanggar peraturan sekolah dan lebih sering ikut tawuran dari pada masuk sekolah.
2. Kenan Aditya Kenan Aditya. peringkat pararel kedua. Mantan ketua OSIS ini sosoknya memang mirip karakter utama yang biasanya ada di fiksi remaja ganteng, dingin, peduli, pintar. Tapi lebih baik jangan berharap sama dia, karena lo bisa dihajar oleh club penggemar mantan ketua Osis itu.
3. Adinda Aletheia Adinda Aletheia, peringkat paralel ketiga. Sama sekali nggak sesuai namanya, karena dia garang, barbar, dan seram. Pernah nyaris dikeluarkan dari sekolah karena tersangkut kasus kekerasan.
4. Aurora Calista Aurora Calista, peringkat pararel keempat. Putri tunggal donatur sekolah, dan segala macam gelar lainnya. Dia dikenal cantik, sok kaya, dan sok populer. 5. Kalypso Digantari Kalypso Digantari, kedatangan dia di Bina Indonesia membuat 4 pararel teratas merasa tersaingi gara-gara peringkat try-out nya menembusi ke nomor 1. Dia lebih dikenal memiliki sifat polos, peduli, pintar.C.4. Latar -Latar Tempat: Sekolah, lapangan basket, kelas, tempat parkiran, pantai, rumah, kamar.
-Latar Waktu: Pagi hari, Siang hari, Sore hari, dan Malam hari.
C.5. Gaya Bahasa Novel ini memiliki gaya bahasa yang sebagian besar pembaca sudah tidak asing dengan kata-kata gaul masa kini, sehingga memudahkan pembaca mengerti jalan ceritanya. Gaya bahasa novel ini menggunakan kata-kata gaul anak muda, kasar, dan tidak baku kata-kata nya,kata-kata yang di ucapkan juga mengekspresikan emosi tersendiri. Tidak sedikit beberapa potongan saat adegan kekerasan menggunakan bahasa kasar dan penuh murka.
C.6.Sudut Pandang Novel "A+" menggunakan sudut pandang orang ketiga. Yang menggunakan nama-nama tokoh atau kata-kata "dia", "ia".
D. Kelebihan Di dalam novel ini, penulisan cerita, alur yang tak terduga, dan cara penulis mendeskripsikan penokohannya juga sangat baik, tiap tokohnya mempunyai karakter yang kuat dan melekat dengan mereka. Character development-nya juga sangat terasa, sepanjang cerita kita akan melihat progress dari setiap tokoh menjadi lebih baik. Konflik kompleks dan permainan teka-teki yang disediakan membuat pembaca dapat merasakan sensasi deg-degan, kalut, sedih, dan bahagia.Tapi yang paling penting adalah bagaimana penulis memasukkan pengetahuan berupa pembelajaran dalam narasi dan dialog sehingga para pembaca sedikit mendapat pengetahuan dari isi buku ini.
E. Kelemahan Dibalik segala kelebihan yang ada, novel ini mempunyai kelemahan diantaranya yaitu font tulisan yang terlalu kecil, hidden part, epilog, dan extra chapter yang harus dibaca dengan memindai barcode yang tersedia membuat beberapa orang yang membaca novel A+ merasa kurang nyaman dan kurang fokus saat membaca novelnya karena harus bolak-balik memindai barcode.
Selain itu, kekurangan novel ini terletak pada saat penulis ingin menunjukkan drama kesedihan alur cerita yang terkesan kurang menyentuh di hati pembaca.
F. Pesan Moral Pesan moral dalam novel "A+" sebagai berikut:
Pesan yang dapat saya ambil dari novel ini adalah tentang kesempurnaan. "Kesempurnaan dan ketidaksempurnaan itu di saat yang sama, adalah apa yang memanusiakan manusia. Jadi alih-alih menjadi sempurna, kenapa tidak mencoba untuk menjadi manusia?" Kita sering kali berpikir jika menjadi sempurna adalah satu-satunya cara agar dapat diterima dan bahagia, padahal bahagia aslinya adalah ketika kita berani mengakui diri sendiri dan ketidaksempurnaan kita.
Lalu pesan selanjutnya dari novel ini yaitu sebagai orang tua seharusnya memberi motivasi kepada anak, bukan menekannya. Hindari pilih kasih terhadap anak dan hindari memberi kekerasan kepada anak, Jika terlalu diberi banyaknya tekanan yang didapatkan anak mengakibatkan rusaknya kesehatan mental.
Sebagai orang tua harus melihat apa yang diinginkan anak, dan yang terpenting anak lebih dari penting dari urusan apa pun. Di novel ini, ada beberapa anak yang kurang mendapatkan kasih sayang, lantas apa yang terjadi? tidak patuh, suka membentak, keras kepala, dan sifat buruk lainnya.
G. Catatan Novel ini dianjurkan untuk remaja usia 17 tahun, dikarenakan novel ini menggunakan gaya bahasa yang sebagian besar memakai bahasa kasar. Gelisah nya jika pembaca di bawah usia 17 tahun, mereka akan menerapkan kata-kata kasar dalam kehidupan sehari hari.
Selain itu, perlu diingat novel ini memiliki catatan pada gambar dibawah ini.
H. Rekomendasi Secara keseluruhan,novel ini direkomendasikan bagi remaja, terutama para pelajar, Karena, alurnya yang masih berkaitan dengan masalah pendidikan. Selain itu, novel ini juga dapat memotivasi para pelajar untuk lebih semangat dalam belajar.
Novel ini juga cocok direkomendasikan untuk orang tua, novel ini berkaitan dengan masalah mental anak. Betapa pentingnya dalam mendidik anak, jika anak diberikan banyak tekanan tanpa diberikan motivasi bisa saja membuat anak tersebut terkena penyakit mental, dan yang hal yang lebih buruk sampai mengakhiri hidupnya.